… ilmu pengetahuan bisa membawa orang-orang sederhana dan primitif ke dunia angan-angan yang tak bisa diukur dengan meteran ketinggiannya …
Memang benar saat ini semua cenderung “diperbudak” oleh suatu teknologi yangg condong ke beberapa vendor dengan standar yang “tidak merakyat”. Jadi setiap saat, tidak hanya di Indonesia, “dipaksa” untuk membeli dan meningkatkan hardware.
Ujung-ujungnya adalah pola pemakaian yang konsumtif dalam upaya meraih suatu tingkatan “mutakhir” yg ditentukan oleh produsen sekarang.
Contoh apakah benar jika memakai CPU Core 2 Duo akan meningkatkan kecepatan akses internet? Padahal langganan hanya 16Kbps nettto-nya? Kenapa kok tidak pakai saja CPU Pentium IV kalau hanya untuk berselancar di internet?
Inilah daya kekuatan pengubahan pola pikir yang dilakukan oleh ahli-ahli pemasaran, gila ya?
Contoh lainnya adalah telepon selular, berapa persen sih yang memanfaatkan 100% kemampuannya setiap saat? Kalau hanya dipakai berkomunikasi suara dan sms saja kenapa tidak memakai model lama saja?
Apakah gaya hidup sekarang memang sudah cenderung menjadi “trend” atau “euphoria”? (mengikuti trend tanpa perduli pemanfaatannya)
Mestinya harus mulai mencermati kiat-kiat yang selalu mencoba memanfaatkan teknologi “tepat-guna” yaitu hardware semurah mungkin tapi manfaat dan fungsi maksimal.
Berusaha “berhemat” di berbagai hal/bidang tanpa mengurangi nilai fungsionalnya.
Incoming search terms for the article:
teknologi dan gaya hidup
Artikel Terkait:
